Setelah membaca web Jeng Astri saya jadi kepingin share pengalaman soal ber KB. Dari awal kaluarga kami (aku n suami) udah ada planning buat punya 2 anak saja. Pertimbangannya banyak diantaranya soal kemampuan kita mengasuh anak dan memberikan pendidikan yang terbaik buat mereka. Kalau punya anak banyak sih senang-senang aja tapi sebagai ortu tentunya kita harus punya tanggung jawab apakah kita mampu mengasuh, mencukupi kebutuhannya dan nyekolahin anak tersebut.
Sebelum menikah pun aku sudah dikasih bocoran sama Ibu (makasih ya Bu nasehatnya..) kalau nanti aku KB supaya pilih IUD/spiral dengan pertimbangan si Ibu juga pakai spiral. Dulunya Ibu pakai sarung pengaman, pil dan terakhir suntik tapi pas Ibu di usia 40 mulai ada gangguan hormonal kalau gak salah kadar T4 dan T3 yang jadi kacau. Maaf aku gak bisa jelasin apa itu T3 dan T4 tapi yang jelas hormon ini erat hubungannya dengan penyakit Gondok (Tiroksin or Tiroid ya?..). Gejalanya tangan Ibu selalu gemetar saat diminta untuk meletakan kertas di telapak tangannya pada posisi tangan mengadah lurus ke depan, kek lagi lencang muka tapi telapak tangan gak dikepal melainkan dibuka sambil ditaruh selembar kertas. Ketahuan kertasnya goyang-goyang... berarti Ibu gemetar. Analisa dokter, ketidak beresan hormon ini disebabkan oleh alat kontrasepsi yang berupa hormon (pil, susuk dan suntik). Dokter bilang materi/obat yang dimasukan semuanya sama hanya metodenya beda. Jadi Ibu harus ganti kontrasepsi yang gak mengandung hormon. Pilihannya cuma 2 yaitu IUD dan sarung pengaman.
Wah.. padahal Ibu ini orang yang penakut, panik, jadi kebayang kali yah waktu itu dia mo dikasih tindakan medis dalam pikiran Ibu kayak orang mo dioperasi. Dengan bertanya sana sini akhirnya realsi Ibu pada encourage supaya Ibu pakai IUD. Kata dokternya lagi Ibu supaya kasih tahu ke anak perempuannya supaya kalau KB pakai IUD juga karna ada kemungkinan kondisi hormon aku sama kek Ibu.. lha iya anaknya githu lhoo..hiks
Langsung deh begitu kontrol 40 hari after Ninit was born, aku langsung ke Dr. Chairil-RSI Pd. Kopi. Aku inget pesan dari Tanteku yang kebetulan Bidan, dia sarankan supaya pakai NOVA-T, ini brand dari IUD yang bagus. Yo wes aku request ke dokter minta pakai NOVA-T (duh aku promosi gak sih nihh..?). kebetulan ada dan Dokter setuju kalau ini memang jenis IUD yang bagus dan ..... mahal.. hehehe..
Aku diminta pak Dr. ke "kursi singgahsana", kursi besar yang bisa memaksa aku duduk sambil membuka lebar kedua paha, tanpa CD tentunya hehe.. jadi maluuuu... udah ah jangan ngeres dulu. Pertama aku di cek bagian vulva (ini bahasa kedokteran untuk alat kelamin wanita)
Hari ke 40 ini aku masih ada sedikit nifas tapi it's OK . Mulailah tahap berikutnya "membuka" pintu gerbang. Ada semacam alat spt cagak yang dipasang pas di mulut v***na, terbuat dari logam mungkin semacam stinless steel. Lho kok tahu? iya habis dingin seeeh pas dimasukin.. hiks.. Kuncinya satu supaya alat ini pas diposisi yang tepat adalah: Relax-jangan dilawan meski sebenarnya berasa aneh juga ada benda masuk ke dalam V , keras dan dingin pula, pasti maunya reject melulu.. Tahap pemasangan sudah selesai tahap berikut yang bikin grogi ketika si alat ini di set kedengaran bunyi "krek-krek-krek" dari mur dan baut yang saling berputar kayak orang lagi mau naikin dongkrak.. halah..
Mulailah sang dokter mengeksekusi IUD ke dalam rahim, dokter coba mengalihkan perhatiannku dengan cara ngobrol dan menyuruh aku batuk. Protes donk dok, saya khan lagi gak batuk kenapa juga disuruh batuk?.. yo wes aku nurut wae ikutan batuk-batuk bebrapa kali. dan sukses terpasang. jadi hentakan yang dihasilkan batuk membantu membuka mulut rahim agar tidak terasa ketika dimasukan IUD. Aku langsung diminta berdiri dan merasakan keberadaan IUD.. ternyata gak ada rasanya.
Cara KB seperti ini mayan berhasil dan coccok buat aku. tapi ada sedikit efek yaitu suami berasa kurang nyaman, suka nyentuk benang IUD untuk posisi tertentu (ngerti khan maksud ku...? hehehe)
Untuk yang kedua kali (maksute setelah Azka lahir) aku pakai IUD lagi tapi cerita kali ini aku potong dulu yah nanti aku sambung lagi, maklum di kantor... jam istirahat habis..:-(